Tuesday, 3 December 2013

laporan ipd IKAN



LAPORAN PRATIKUM ILMU PANGAN DASAR
Pemilihan ikan dan hasil perairan lainnya serta hasil olahnya berdasarkan standar mutu
OLEH :
GOLONGAN : 4
KELAS: 1B
1.  ANISA FADHILLA (132110149)
2.  NOFRIANI ( 132110169)
3.  YURI AINI QALBYA(132110190)







POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN RI PADANG
JURUSAN GIZI POLTEKKES PADANG
2013

LAPORAN PRATIKUM ILMU PANGAN DASAR

Judulpratikum           : pemilihan ikan dan hasil perairan lainnya serta hasil olahnya berdasarkan standar mutu
Topic pratikum                      :
1.    Ikan gurame
2.    Kepiting
3.    Ikan tongkol
4.    Ikan tenggiri
5.    Udang
6.    Ikan mujair
7.    Sarden
8.    Ikan asin
9.    Ikan mas
10. Cumi-cumi
11. Kerang
12. Ikan nila

Praktekke / gol                      :10/4
Hari/tanggal                         :selasa/26 november 2013
Tujuanpratikum                  :
1.    Mampu menentukan persamaan dan perbedaan jenis ikan dan hasil olahan perairan berdasarkan ciri-ciri yang ada
2.    Mampu menentukan persamaan dan perbedaan hasil olahan ikan dan hasil perairan berdasarkan ciri-ciri yang ada
3.    Mampu menentukan mutu ikan dan hasil perairan
pembahasan:
berdasarkan tempat hidup dan sifatnya, hasil perikanan dapat di klasifikasikan ke dalam jenis perikanan laut dan perikanan darat.
Hasil perikanan menurut FAO, terbagi 2 kelompok yaitu :
1.ikan darat ( jenis ikan yang bermigrasi antara laut dan darat untuk bertelur.
2.ikan laut (semua yang ada di laut, termasuk cumi-cumi,kepiting dan sebagainya )
Ikan sebagai salah satu hasil perikanan dimana salah satu bahan makanan yang tak asing lagi bagi masyarakat indonesia.
Bahan makanan ini merupakan sumber protein yang relative murah,tetapi beberapa jenis di antara nya memounyai nilai ekonomi cukup tinggi untuk di ekspor.
Salah satu kelemshsn ikan sebagai bahan makanan ialah sifatnya yang mudah busuk setelah di tangkap dan mati. Oleh karena itu, ikan perlu ditangani dengan baik agar tetap dalam kondisi yang layak dikonsumsi oleh konsumen. Penanganan awal terhadap ikan sesaat setelah di tangkap antara lain dengan sortasi,grading,dan pembersihan ikan.
Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino esensial yang diperlukan tubuh, di samping itu nilai biologisnya mencapai 90 % dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah di cerna, hal paling penting adalah harganya jauh lebih murah di bandingkan sumber protein lainnya. Agar dapat memanfaatkan ikan dengan baik, perlu di ketahui karakteristik yang dimiliki, misalnya struktur tubuh ,perbandingan ukuran tubuh dan berat, sifat fisik dan kimia, protein, lemak, vitamin dan senyawa lain yang di kandungnya.
Hasil perikanan merupakan sumber daya alam yang sangat besar manfaatnya untuk manusia.

Bahan :
13. Ikan gurame
14. Kepiting
15. Ikan tongkol
16. Ikan tenggiri
17. Udang
18. Ikan mujair
19. Sarden
20. Ikan asin
21. Ikan mas
22. Cumi-cumi
23. Kerang
24. Ikan nila
25. Reagen eber (campuran HCL pekat : alcohol 90 % : eter = 1:1:1)

Alat:tabung reaksi, penyumbat gabus,kawat, pipet 5ml,karet penghisap

Cara kerja :
1.    Catatciri-cirimasing-masingdilihatdariberat, warna,bau,kulit,sisik,sirip,insang,dan mata dan bandingkan dengan ciri ikan segar
2.    Catat perbedaannya
Ikan gurame    : ikan mas : ikan mujair
Ikan tongkol : ikan tenggiri
3.    Bersihkan dan catat berat yang dimakan
4.    Lakukan uji eber .
Bahan :
-reagen eber ( campuran HCL pekat : alkohol 90 % : ether = 1;1;1)
Alat : tabung reaksi, penyumbat gabus,kawat ,pipet 5 ml, karet penghisap
Cara kerja :
Buat larutan eber yang terdiri dari campuran  HCL pekat, alkohol 90% dan eter dengan perbandingan 1;1;1, isi tabung reaksi dengan larutan eber sebanyak 3-5 ml. Iris daging kira-kira sebesar kacang tanah dan tusukkan pada ujung kawat dan pada ujung kawat lainnya tusukkan penyumbat gabus. Masukan daging ikan yang dusah di tusuk ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan eber dan di tutup pada mulut tabung dengan gabus.
Terbentuknya gas berwarna putih di dalam tabung menunjukkan adanya gas NH3 hasil pembusukkan.
5.    Lakukan uji postma
Bahan kimia : MgO
Alat : cawan petri diameter 100 mm, gelas kimia 250 ml , blender,penangas air, kertas lakmus merah dan kertas saring. Tempelkan kertas lakmus merah  pada bagian dalam tutup cawan petri. Letakkan cawan oetri bagian bawah dalam –enangas air bersuhu 50-60 0c. Masukkan 10 ml filtrat ke dalam cawan petri dan tambahkan MgO 0,1 gr dan cawan segera ditutup. Jika terjadi perubahan warna kertas lakmus dari merah menjadi biru menandakan adanya gas NH3 hasil pembusukan.
6.    Lakukan uji H2S
Bahan kimia : larutan Pb asetat 10 %
Alat: cawan petri,kertas saring dan pipet tetes
Cara kerja :
Iris daging sebesar kecang tanah dan letakkan pada cawan petri. Daging ikan ditutup dengan kertas saring dan tetesi dengan larutan Pb asetat 10%. Bekas tetesan Pb asetat menunjukkan adanya gas H2S hasil pembusukkan



Hasilpratikum :
·         Pengamatan subjektif
No

nama
Pengamatan
berat
warna
bau
kulit
sirip
insang
mata
Sisik

Ikan asin
60 gr

krem
khas
Tidak berlendir /kering
Tidak tajam
-
-
Kuat

Ikan tenggiri
45 gram
Putih abu-abu
khas
licin
tajam
-
-
-

Ikan tongkol
30 gr
Keabu-anuan
khas
licin
Tidak tajam
merah
Bulat bersih
licin

Kerang

10 gr
Krem
amis
keras
-
-
-
-

Cumi-cumi
25 gram
pink
amis
licin
-
-
Bulat hitam
-

Ikan mas

190 gr
Hitam kekuningan
amis
berlendir
Tidak tajam
Merah hati
Bulat berbinti
Licin

Ikan nila

80 gr
Putih abu-abu
amis
berlendir
Tidak tajam
Merah hati
Bulat,bersih
Licin dan mudah lepas

Ikan mujair
50 gr
Putih-abu-abu
amis
berlendir
Tidak tajam
Merah hati
Bulat,bersih,
Licin dan mudah lepas


Nama bahann
Gambar
Ikan asin

Ikan nila
Ikan tongkol
Ikan tenggiri
sarden

Ikan mujair



·         Pengamatan objektif
no
pengamatan
Nilai(%)
Tanda (+/-)

BDD

+

Ujieber ( ikan mujair)

+

Ujipostma (ikan mujair)

+

Uji H2s (ikan mujair)

+

















Kesimpulan :
Dari percobaan yang telah dilakukan kepada ikan khususnya “ikan mujair” , bahwa ikan tersebut tidak layak di makan dikarenakan telah busuk. Hal itu dapat diketahui ketika uji eber,uji postma,dan uji H2S dapat disimpulkan ikan tersebut busuk.
Dan juga pada ikan –ikan yang lain, masih ada yang layak untuk di makan dan juga tidak layak untuk tidak di makan. Jadi, sebelum memasak ikan , pilihlah ikan yang benar-benar tidak busuk atau masih segar, karena kita juga yang akan mendapatkan keuntungannya apabila ikan itu baik, dan kita juga yang akan mendapat keburukan apabila ikan itu busuk.

Daftarpustaka :

Buckle K.A,dkk.2009.ilmu pangan. Jakarta : universitas indonesia.







                                                                                                Padang, 30 november 2013
Pembimbing pratikum,                                                     yang membuat laporan,





(                                      )                                                                    (anisa fadhilla)                                                                                                                                 NIM:132110149

No comments: